03 April 2009
BUAH MAJA YANG TIDAK PAHIT
Selama ini kita mengenal buah majaadalah buah yang bentuknya bulat sebesar bola voli, rasanya pahit sehigga tidak ada yang berani memakannya. Padahal, buah maja sebetulnya berukuran relative kecil, rasanya juga tidak pahit, melainkan manis dan enak dimakan. Lalu kenapa ada nama MAJAPAHIT, maja yang pahit??
Menurut kisah selama ini kita percaya, buah maja terkait dengan asal-usul Kerajaan Majapahit. Konon, saan Raden Wijaya dan para pengikutnya babat alas Tanah Tarik, mereka menemukan banyak pohon maja yang sedang berbuah. Buahnya pahit. Karena itu, merekan kemudian member nama daerah itu Majapahit.
Nama ini lantas menjadi nama kerajaan yang dipimpin oleh Raden Wijaya, kemudian pada zaman Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada berhasil menyatukan wilayah Nusantara. Kisah selanjutnya pasti anda lebih fasih menceritakannya.
Pohon maja selama ini kita kenal adalah tanaman perdu dan banyak ditemukan di taman-taman. Buahnya sebesar bola voli, berwarna hijau, dengan kulit sangat keras. Daging buahnya sama sekali tidak enak dimakan dan hanya digunaan bahan obat herbal.
Justru tempurungnya yang sekeraas dan sekuat tempurung kelapa itu sering dimanfaatkan. Beda ukurannya dua kali lipat, dan biasa digunakan sebagai bahan perkakas rumah tangga, mulai dari gayung air, takaran beras, sampai tempat menympan biji-bijian.
DIBAWA BANGSA EROPA
Buah yang selama ini kita kenal sebagai buah maja itu sebenarnya dalah berenuk atau bernuk. Ada tiga spesies bernuk yakni Crescentia cujete, Crescentia alata, dan Crescentia portarincesis. Di Indonesia tumbuh berenuk spesies Crescentia cujete. Ketiga berenuk itu merupakan tanaman asli daerah tropis Benua Amerika, dan bukan tanaman asli Indonesia.
Rombongan besenuk masuk ke negeri kita karena dibawa bangsa Portugis dan Belanda. Jadi logikanya, tidak mungkin tumbuhan ini sudah ada di Jawa pada masa Kerajaan Majapahit. Dengan kata lain, kalaupun Raden Wijaya dan anak buahnya saai itu mengklaim menemukan banyak pohon maja itu bukan berenuk.
TITISAN DEWA SYIWA
Di Pakistan, India, srilangka, Nepal, dan Bangladesh, buah maja punya peran penting dalam budaya masyarakat setempat. Di masyarakat Asia Selatan itu, daging buah maja biasa dikonsumsi baik dalam keadaan segar maupun sudah dikeringkan. Daging buahnya bisa dijadikan jus atau sharbat.
Sharbat adalah minuman tradisional terbuat dari daging buah maja yang dihalauskan lalu dicampur dengan air, gula, kadang ditambah susu dan es. Mereka yang meminum biasanya punya masalah dengan buang air besar atau terkene gangguan pencernaan.
Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, daging buah maja juga bisa dikonsumsi setelah dkeringkan dahulu. Daging buah diiris-iris lalu dikeringkan dengan sinar Matahari. Irisan daging buah yang telah kering selanjutnya direbus dengan air dan rebusannya inilah yang diminum.
Daun tanaman ini juga bisa dikonsumsi. Pucuk daun tanaman maja merupakan sayuran paling popular di Negara-negara Asia Selatan.
Label: Pelajaran







1 komentar:
saya suka dengan blog ini.
Posting Komentar